h1

Jadi kaya itu wajib hukumnya….

September 19, 2007

Tahukah anda…

Betapa pentingnya materi dalam hidup ini, jangan salah paham, saya bukan materialistis, bahkan secara ekstrim, saya bisa bilang SAYA TIDAK BUTUH MATERI !

Tapi sayangnya… (atau UNTUNGNYA…)

 

  1. Guru sekolah anak saya perlu dibayar, atas jasanya membuat anak saya menjadi cerdas.
  2. Listrik di rumah saya perlu dibayar, supaya anak-anak saya bisa belajar, maen komputer, saya bisa bekerja, istri saya bisa setrika, dan kita butuh sinar lampu di malam hari agar bisa mengenali satu sama lainnya.
  3. Telepon juga perlu dibayar, dan operator selular saya juga perlu dibayar agar saya bisa tetap berkomunikasi dengan keluarga, dimanapun saya bertugas.
  4. Masih banyak pihak-pihak lain yang membutuhkan materi dari saya, terutama saudara-saudara saya yang kurang mampu agar bisa sedikit menikmati hidup.

 

 

APAKAH KITA MASIH BISA BERKATA KITA TIDAK BUTUH MATERI ??

 

Saya pernah mendengar seorang ustadz bercerita :

Kelak di pintu surga, banyak orang antri berebut untuk masuk ke dalam surga, berdiri di barisan depan para kaum syuhada’, yaitu orang yang gugur membela agama dan negaranya, oleh malaikat penjaga surga ditanya, ”kenapa kalian merasa berhak masuk surga lebih dahulu dari yang lain ?” Kaum syuhada menjawab, ”Dahulu kami diajarkan oleh kyai kami di pesantren, bahwa barangsiapa yang gugur dalam membela agama dan negara berhak masuk surga,” Lalu malaikat berkata, ”Mestinya kyai kalianlah yang berhak lebih dulu masuk surga, bukan kalian !” maka para syuhada pun mundur, dan para kyai pun dipersilahkan untuk memasuki surga terlebih dahulu. Tapi para kyai terdiam dan menolak, kata mereka,”Wahai malaikat penjaga surga, sebenarnya kami tidak akan pernah bisa mengajarkan kepada para santri kami kebaikan dan ilmu agama, tanpa jasa dari orang-orang kaya yang dermawan, yang mau memberikan sebagian dari harta mereka untuk kami pergunakan dalam mengajarkan segala kebaikan dan ilmu kami. Jadi yang paling berhak masuk surga terlebih dulu adalah mereka, orang-orang kaya yang dermawan…”.

 

Bagaimana menurut anda ?

 

Bahkan untuk masuk surga terlebih dahulu pun butuh materi, butuh kekayaan. Bagaimana kita bisa berbagi nasi kepada orang lain, jika piring kita masih kosong ? Atau nasi yang ada di piring kita hanya cukup untuk makan kita saja ??? Kapan kita bisa memberi kepada orang lain ?

 

Jadi saya menyimpulkan, tidak berdosa jadi kaya, bahkan wajib hukumnya… Asal dilakukan dengan cara yang benar.

 

Banyak cara-cara yang benar untuk menjadi kaya, dan saya yakin dengan cara yang benar, kita tidak akan merasa sayang untuk bersedekah, bahkan bersedekah akan menjadi suatu keharusan bagi kita, kita akan merasa takut jika tidak sedekah, takut jika harta kita dihanguskan tanpa sempat kita manfaatkan.

 

Coba renungkan berbagai peristiwa yang pernah kita alami, SEGALA SESUATU YANG HILANG DARI KITA ADALAH SEGALA SESUATU YANG KITA GENGGAM,

Pernah terfikir ? Kita bilang, semalam saya kemasukan pencuri, uang saya hilang, barang-barang berharga saya hilang, dimana barang-barang itu ? DI RUMAH KITA, MILIK KITA, DALAM GENGGAMAN KITA. Bagaimana dengan harta yang kita sedekahkan ? Yang kita berikan kepada orang lain ? Apakah kita juga bilang, harta saya hilang ? Tentu tidak bukan ?

Dan saya yakin, harta yang kita sedekahkan, akan menjelma menjadi pasukan yang menjaga harta-harta kita dirumah, harta-harta yang menunggu giliran untuk disedekahkan berikutnya… seandainya kita tahu, harta-harta kita saling berebut untuk kita sedekahkan, mereka bisa 10 kali bahkan 1000 kali bermanfaat daripada hanya sekedar menjadi pengisi brankas kita… Dan harta-harta yang kita sedekahkan itulah yang menjadi kunci pintu surga, menunggu kita untuk menggunakannya sebagai pembuka dan memasuki surga untuk yang pertama kalinya…

 

Pertanyaannya : Sudah siapkah kita menjadi orang yang pertama masuk surga ? atau boleh tidak jika saya terjemahkan, sudah siapkah kita untuk menjadi orang kaya yang dermawan ?

 

Anda bisa mempertimbangkan tulisan saya di kategori opportunities… Sebuah cara yang sangat sederhana untuk melangkah menjadi lebih kaya dan memiliki peluang lebih untuk masuk surga terlebih dahulu…

Atau mungkin anda memiliki cara-cara tersendiri untuk itu…

Jangan ragu, lakukan saja, kerahkan kemampuan anda, potensi anda untuk secara benar mencari harta sebanyak-banyaknya dan pergunakan secara benar, harta masuk dengan baik, keluar juga dengan baik, niscaya tidak akan menjadi penyakit bagi diri kita.

 

Semoga bisa menjadi bahan renungan dan pertimbangan bagi anda, dan saya mohon masukan dan koreksi jika ada hal-hal yang saya sampaikan ternyata salah….

7 komentar

  1. Applause….!!!
    kenapa baru sekarang gue menyadari potensi ente yach….
    ahhh….seandainya dari dulu gue tau itu…
    ok bung…keep fighting…
    If you think you’re rich……ya, you will be rich
    Wassalam


  2. saya sepakat benar dengan pemiran saudara mengenai wajib hukumnya menjadi kaya. yang menjadi masalah hanya satu: bagaimana cara menjadi kaya dengan jalan yg halal, yg di ridhai Allh swt?? saya belum menemukan cara tersebut. dari hari ke hari yg saya temukan hanyalah praktik2 mengumpulkan uang dengan cara yang entah haram, atau syubhat, dsb yg tidak benar. sejujurnya, apabila cara yg benar untuk menjadi kaya diketahui, dipahami dan diamalkan dengan sempurna oleh kamu muslim, saya yakin seluruh masalah yg ada di negeri ini dapat diatasi, oleh sebab seluruh masalah tersebut berpangkal dari kemiskinan dan kebodohan yg menjadi jawara di negeri ini. apabila saudara memiliki kiat2 tertentu untuk menjadi kaya dengan cara yg diridhai Allah swt, saya hrap saudara berkenan untuk membagikannya kepada kami semua. semoga kita semua menjadi seperti sosok seorang Abdurahman bin Auf.


  3. Daus yang baik…
    Memang benar di jaman seperti sekarang ini menjadi kaya banyak sekali caranya, tapi kita sebagai muslim tentu saja tidak dibenarkan untuk menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya, sebagai seorang muslim yang ’smart’ kita harus pandai mencari cara yang halal, dan yang sangat mutlak adalah diridhai Allah SWT.
    Sebenarnya kita memiliki satu filter, dan menurut saya, satu-satunya filter yang dapat menyaring, membersihkan, bahkan lebih dari itu, filter tersebut bisa menjadi magnet yang akan menarik harta-harta yang halal dari sekian banyak harta yang haram, syubhat, makruh, dsb. dari sekian banyak harta yang kita hasilkan, filter tersebut adalah SEDEKAH, dalam hal ini saya banyak mendapat inspirasi dari Ustadz Yusuf Mansyur, dan saya mulai menerapkannya dalam kehidupan saya, Alhamdulillah, sedekah tersebut selain merupakan pembersih dari harta kita, juga sebagai pembuka jalan rizki KETIKA KITA SEDANG MEMBUTUHKAN, ketika kita membutuhkan harta untuk pendidikan, untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan ketika kita membutuhkan harta untuk MENOLONG ORANG LAIN, saya mengalami banyak keajaiban melalui sedekah…
    Dan sedekah yang sangat istimewa nilainya adalah sedekah yang kita keluarkan pada saat SEBELUM mendapat hasil, Insya Allah harta yang kita hasilkan senantiasa bersih, halal, dan diridhoi Allah SWT. Saya sangat berharap bisa berdiskusi dengan Daus, untuk saling mengisi dan melengkapi dalam upaya memajukan umat muslim yang selama ini identik dengan kemiskinan dan terlalu pasrah dengan kekurangannya…


  4. wah boleh bgt mas arief, jadi saya bisa dapet masukan yg bagus bgt buat ngubah nasib. kl bisa kasih tau aja buat diskusinya gemana jadinya. banyak hal saya bingung ga tau solusinya, seperti cari modal buat usaha, dst dst…kalo ngutang buat modal sih gampang, yg susah balikinnya hehehe.


  5. Alhamdulilah, satu hal penting telah mas daus punya, yaitu semangat dan kemauan utk merubah nasib. langkah selanjutnya adalah kita harus yakin betul bahwa Allah pasti merubah nasib kita menjadi lebih baik, bukankah Allah berfirman bahwa, “AKU ADALAH SEPERTI APA PERSANGKAAN HAMBAKU” tapi kalo boleh jujur, lebih banyak mana, prasangka baik kita terhadap Allah (optimis) atau prasangka buruk (pesimis) ? yang lebih sering dan kuat kita pikirkan AKAN MENJADI KENYATAAN, pilihan ada di tangan kita sepenuhnya, mas daus…


  6. saya sedang kepepet utang bagai mana cara untuk memdapatkan kekayaan yang mudah untuk memebayar utang tersebut? terima kasih


  7. @tisna satriana
    Cara termudah adalah ‘berdoa, menerima dan bersyukur’



Tinggalkan sebuah Komentar